Supersoccer online | Berita bola | Jadwal Prediksi terpercaya
sbobet EVENT PIALA DUNIA JADWAL PIALA DUNIA Live Streaming Bola

AC Milan Harus Berbenah Jika Tidak Ingin Terdegradasi

AC Milan Harus Berbenah Jika Tidak Ingin Terdegradasi

AC Milan sedang dalam kondisi krisis. Mereka pantas merasa khawatir dengan hasil yang sudah didapat sejak awal musim sampai saat ini. Start yang buruk dan tidak adanya konsistensi permainan membuat mereka mencatat hasil terburuk sepanjang sejarah setelah musim memasuki pekan kesebelas.

Bahkan menurut statistik pencapaian AC Milan ini hampir menyamai prestasi pada musim 1981/82 saat AC Milan terdegradasi ke liga Seri B. Di laga terakhir, AC Milan dikalahkan Fiorentina dengan skor 0-2. Padahal AC Milan bermain di hadapan pendukung mereka sendiri. Kekalahan ini membuat posisi AC Milan di klasemen sementara langsung terlempar ke posisi 11 dengan hanya mengumpulkan 12 poin hasil dari tiga kemenangan, tiga hasil imbang dan lima kali menelan kekalahan.

AC Milan harus melupakan mimpi mereka tampil di ajang Liga Champions musim depan jika tidak lekas memperbaiki performa mereka. Karena jika dibandingkan dengan Juventus yang menempati posisi ketiga, posisi terkahir yang memberi tiket langsung lolo ke fase grup Liga Champions, AC Milan terpaut jarak 16 poin. AS mencatat klub milik Sylvio Berlusconi ini tidak pernah tampil seburuk ini sejak awal kompetisi setelah terkahir melakukannya pada musim 1981/82. Walaupun pada musim 2006/2007 AC Milan pernah meraih poin yang lebih sedikit daripada musim ini di pekan kesebelas, tapi saat itu AC Milan memang memulai musim dengan minus delapan poin karena keterlibatan mereka dalam skandal Calsiopoli yang mengegerkan Italia.

Pada musim 1982/82, AC Milan saat itu cuma bisa memperoleh satu kali kemenangan. Enam laga berakhir dengan hasil imbang dan sisa empat laga harus berakhir dengan kekalahan. Hasil buruk AC Milan saat itu semakin parah karena di ajang Coppa Italia, mereka harus angkat koper lebih dulu karena saat bertemu dengan Verona di babak pertama, AC Milan langsung tersingkir. Pada akhir musim 1981/82, AC Milan hanya mampu mengemas tujuh kemenangan dari 30 aga. Sisa 10 laga berakhir imbang dan total mengalami 13 kekalahan. Poin yang mereka kumpulkan hanya menyentuh angka 24 (Kemenangan diganjar dua poin saat itu) dan ini membuat AC Milan harus menelan pil pahit terdegradasi ke ajang Seri B.

Efek dari musim buruk tahun 1982/82 tidak hanya berimbas kepada degradasinya tim, tapi lengsernya beberapa tokoh di tubuh AC Milan. Pelatih AC Milan saat itu, Luigi Radice langsung dipecat dan digantikan oleh Italo Galbiati. Bahkan posisi wakil presiden juga diganti.

Lalu apa penyebab AC Milan saat ini mengulangi hasil yang sama dengan periode 1981/82 silam? Faktor cedera pemain disebut sebagai faktor utama serangkaian hasil buruk yang didapat AC Milan musim ini. Dua nama yang menjadi pencetak gol terbanyak bagi AC Milan musim lalu masih dibebat cedera. Mereka adalah Giampaolo Pazzini dan Stephan El Shaarawy. Kedua penyerang ini musim kemarin menyumbangkan 36 gol bagi AC Milan.

Sedangkan penyerang andalan mereka saat ini yang terkenal bengal, Mario Balotelli malah sempat menerima hukuman tiga kali larangan bertanding. Padahal kontribusi mantan pemain Manchester City pada musim ini terbilang cukup sedikit. Ballotelli baru mencetak tiga buah gol. Jumlah gol Balo lebih sedikit dibandingkan dengan kartu kuning dan merah yang sudah diterimanya sampai saat ini yaitu enam kartu. Pun demikian kondisi Matri, penyerang yang didatangkan dari Juventus ini baru mencetak satu gol dari sembilan laga.

Kehadiran Kaka yang kembali dari Real Madrid memang sempat bisa menghidupkan permainan AC Milan. Tapi kondisi pemain berusia 31 tahun ini sudah melewati masa jayanya dan tidak bisa diandalkan Allegri dalam setiap laga.