Supersoccer online | Berita bola | Jadwal Prediksi terpercaya
sbobet EVENT PIALA DUNIA JADWAL PIALA DUNIA Live Streaming Bola

Bola Online Piala Dunia J-League Investigasi Banner Diskriminatif

Bola Online Piala Dunia J-League Investigasi Banner Diskriminatif – Banner, atau yang juga biasa disebut sebagai spanduk merupakan salah satu sarana untuk menyuarakan pendapat ataupun pemberitahuan kepada publik. Termasuk juga dalam dunia sepakbola. Spanduk atau banner yang digunakan seringkali merupakan bentuk dukungan ataupun kata-kata penyemangat bagi tim favorit.

Berbagai spanduk sudah erat hubungannya dengan klub-klub tertentu. Apalagi dalam pertandingan antara dua tim yang merupakan musuh bebuyutan, keberadaan banner tak hanya digunakan sebagai sarana untuk mendukung tim favorit, namun juga sarana untuk mengejek tim lawan yang sedang bertanding. Namun, beda halnya dengan yang terjadi di Jepang akhir-akhir ini. Asosiasi sepakbola Jepang tengah menginvestigasi insiden di mana sebuah spanduk bertuliskan “Japanese Only” atau yang berarti “Hanya Jepang” terlihat di sebuah pertandingan akhir pekan.

Sebuah banner besar, tertulis dalam bahasa Inggris, terpampang di stadion yang terletak di kota Saitama, di mana tim tuan rumah yakni Urawa Red Diamonds berhadapan dengan rival mereka, Sagan Tosu. Rumor yang beredar di social media menyebutkan spekulasi bahwa spanduk tersebut tengah ditujukan kepada striker Tadanari Lee, yang mana ia merupakan pemain Jepang yang berdarah Korea Selatan. Tadanari Lee merupakan pahlawan kemenangan Jepang atas Australia di Piala Asia 2011 lalu, dan ia diputus kontrak oleh klub Inggris, Southampton dan tak lama kemudian digaet oleh Urawa Reds sebelum musim J-League dimulai bulan ini.

Pihak Urawa mengatakan bahwa mereka mempertanyakan sejumlah orang yang menampilkan spanduk tersebut, yang mana juga menampilkan bendera Jepang bertuliskan “perkataan dan nasihat memancing diskriminasi”. Pihak Urawa juga mengungkapkan bahwa staf dari perusahaan keamanan yang berjaga di tribun penonton mendengar adanya perkataan diskriminatif selama pertandingan. Urawa sendiri merupakan tim yang diasuh manajer dari Austria, Mihailo Petrovic, serta memiliki satu orang pemain asal Brazil, Marcio Richardes sebagai salah satu gelandangnya.

Sementara, pemain belakang Urawa yaitu Tomoaki Makino mengungkapkan melalui media sosialnya setelah kekalahan timnya 0-1 di hari Sabtu lalu. Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut (spanduk diskriminatif) bukanlah cara untuk memperlakukan para pemain yang bertarung mempertaruhkan kebanggaan timnya. Para pemain dan pendukung juga tentu tak ingin cara tersebut terulang dan menimbulkan sesuatu yang tidak diinginkan.

Sementara, terkait soal banner diskriminatif ini Asosiasi Sepakbola Jepang (JFA) belum banyak angkat bicara. Baru sang chairman, yaitu Mitsuru Murai yang buka suara kepada media Jepang pada hari Minggu lalu. Ia mengatakan bahwa hal ini akan segera diproses lebih lanjut secara halus, apabila terbukti pesan yang disampaikan dalam banner tersebut mengandung unsur diskriminatif. Hal ini jelaslah benar, mengingat dalam pertandingan sepakbola segala hal yang menyangkut kelompok etnis, ras, agama, ataupun kelompok lainnya tidak boleh menjadi sasaran untuk ajang diskriminasi Bola Online Piala Dunia.