Supersoccer online | Berita bola | Jadwal Prediksi terpercaya
sbobet EVENT PIALA DUNIA JADWAL PIALA DUNIA Live Streaming Bola

Chelsea Dan Manchester City Tunjukan Formasi 4-4-2 Masih Mengigit

Chelsea Dan Manchester City Tunjukan Formasi 4-4-2 Masih Mengigit

Chelsea Dan Manchester City Tunjukan Formasi 4-4-2 Masih Mengigit – Kedua pelatih Jose Mourinho dan Manuel Pellegrini telah mendapati sisi mereka dalam memenangkan pertandingan dengan memainkan dua striker di depan, mendorong untuk memikirkan kembali tentang taktik modern. 

Siapa yang mengatakan bahwa kemitraan serangan telah sekarat?

Pertama manajer Manchester City, Manuel Pellegrini telah terjebak kepada kemitraan Alvaro Negredo bersama dengan Sergio Aguero di lini depan Manchester City, dengan duo tersebut yang berhasil menyarangkan 16 gol di Liga Premier Inggris.

Kemudian Brendan Rodgers telah menempatkan Luis Suarez bersama Daniel Sturridge sebagai ujung tombak pada formasi kreatif yang baru di Liverpool.

Dan sekarang, manajer The Blues, Jose Mourinho telah bergabung dengan daftar manajer yang sedang berkembang di puncak yang kembali kepada gagasan klasik untuk memainkan dua striker di lini serang mereka.

Dalam melawan Southampton pada akhir pekan, Chelsea telah tertinggal 1-0 di babak pertama dan kemudian mereka mencari jawaban. Tidak peduli apa yang sedang mereka coba – atau seberapa keras mereka mencoba, mereka tidak bisa memecah barisan pertahanan Southampton  yang kokoh di lini belakang, dengan Sauthampton yang  memberlakukan ‘permainan dengan pressure ketat yang menyebabkan The Blues mengalami berbagai macam masalah.

Namun kemudian datang Demba Ba di paruh babak kedua dan mereka berhasil mencetak tiga gol untuk Chelsea. Memang, dua berasal dari set-piece – tetapi tidak ada keraguan bahwa pengenalan DemBa ​​Ba mengubah permainan di lini depan Chelsea.

Di samping Fernando Torres, striker asal Senegal ini menyajikan sisi tim besutan Mauricio Pochettino berada dalam masalah yang mana jarang mereka temui dalam pertandingan tersebut. Dengan dua striker mengisi ruang di antara sela – sela lini belakang The Saint, dimana empat pemain bertahan Southampton berjuang dengan keras untuk mengatasi striker ekstra yang menempatkan mereka di bawah tekanan, sementara mereka masih harus mencoba untuk menahan ancaman lini tengah kreatif yang di punyai Chelsea.

Ini adalah langkah sederhana yang memiliki efek revolusioner.

Di Stadion Etihad, sementara itu, Pellegrini telah menggunakan taktik yang sama sepanjang musim. Dan performa penampilan kandang Manchester City telah menjadi sesuatu yang untuk dilihat sebagai hasilnya.

Di kandang, City telah memenangkan setiap pertandingan – dan selalu mencetak minimal dua gol. Tidak ada pertahanan yang mampu menghentikan dua ujung serangan mereka yakni Aguero dan Negredo, sedangkan kreativitas Samir Nasri dan Fernandinho, serta kekuatan Yaya Toure dan kecepatan  Jesus Navas telah membuat empat pemain di lini tengah mereka mematikan.

Dengan kedua tim Manchester City dan Chelsea mencapai kesuksesan tersebut dengan merombak versi dari sebuah formasi klasik,  maka  mereka yang menyerukan kematian dari sistem formasi 4-4-2 mungkin harus berpikir lagi.