Supersoccer online | Berita bola | Jadwal Prediksi terpercaya
sbobet EVENT PIALA DUNIA JADWAL PIALA DUNIA Live Streaming Bola

Duet Cavani-Ibra Hanya Membuahkan Satu Gol

Duet Cavani-Ibra Hanya Membuahkan Satu Gol

Aku Cinta Bola – Sebelum musim kompetisi baru Liga Prancis dimulai, banyak orang yang ingin sekali melihat duet maut dua bomber Paris Saint-Germain, yaitu Edinson Cavani dan Ibrahimovic. Mereka meyakini duet dua bomber haus gol ini akan menjadi duet yang sangat istimewa. Bahkan, ada yang memprediksi PSG akan menjadi pemenang Liga Champions jika dilihat dari meteri pemain terutama dua bomber tersebut. Akan tetapi, mereka harus kecewa dengan kenyataan bahwa ketika Laurent Blanc, pelatih baru PSG menurunkan dua pemain tersebut, PSG hanya memperoleh satu gol. Apalagi, gol tersebut baru tercipta ketika pertandingan hampir berakhir. Gol tersebut juga bukanlah gol penentu kemenangan. Gol tersebut hanya menjadi gol penyelamat dari kekalahan Jawara Liga Prancis tersebut.

Ketika PSG menjamu Ajanccio, Blanc menurunkan striker baru yang didatangkan dari Napoli, Cavani sejak menit pertama. Akan tetapi, hal ini tidak lantas tim meraih segudang gol. Justru PSG yang notabene tuan rumah tertinggal lebih dulu di menit ke Sembilan. Pada waktu itu, Mehdi Mostefa cermat melihat posisi Benoit Pedretti. Mostefa mengirimkan umpan kepada Pedretti yang kemudian bola mampu disarang oleh Pedretti ke gawang yang dijaga oleh Salvatore Sirigu. Tendangan melengkung Pedretti tidak mampu ditahan oleh Sirigu sehingga PSG harus tertinggal lebih dulu.

Tertinggal satu gol, para punggawa tak henti-hentinya menyerang lini pertahanan tim tamu. Sepertinya, Cavani serta Ibra yang ditunjuk sebagai striker pada pertandingan tersebut  terus menerus membombardir gawang Ajaccio. Akan tetapi, Guillermo Ochoa dengan sigap menghalau setiap bola tembakan dua striker tersebut. selain itu, Maxwell pun sempat mendapatkan pelung untuk menyamakan kedudukan. Sayang, sampai babak pertama usai, tidak ada satu gol pun diciptakan oleh PSG.

Tampaknya Laurent tidak puas dengan komposisi pemain serta strategi yang ia terapkan. Walhasil, ia pun memasukkan Ezequiel Lavezzi di pertengahan babak kedua. Ada strategi yang berbeda yang diterapkan oleh Laurent di pertengahan babak kedua. Dengan masuknya Lavezzi, formasi yang diterapkan oleh Laurent adalah 4-2-4. Hal ini seolah menjadi upaya pamungkan Laurent demi menghindari dari kekelahan menyakitkan di kandang sendiri. Formasi baru tersebut ternyata berbuah hasil. Tepatnya 10 menit sebelum pertandingan berakhir, striker baru PSG, Cavani mampu menyarangkan bola ke gawang Ajaccio. Gol tersebut sekaligus menjadi gol perdana Cavani bersama PSG. Gol tersebut membuat pertandingan berakhir dengan skor imbang satu sama.

Secara keseluruhan, PSG menguasai pertandingan. Statistik membuktikan bahwa penguasaan bola PSG mencapai 81%. Sementara itu, dari 37 tembakan, ada 15 tembakan yang mengarah ke gawang. Akan tetepi, Laurent tampaknya memiliki masalah dengan penyelesaian para strikernya. Di atas kertas, ketika PSG menjamu Ajaccio, PSG seharusnya mampu mencetak lebih dari satu gol.  Pasalnya, Ajaccio hanyalah tim papan bawah.